Selasa, 04 Februari 2014

BANJIR KEMBALI MELANDA MOJOKERTO

TEMPO.CO, Mojokerto- Jalan raya alternatif yang menghubungkan Surabaya-Mojokerto dan Pasuruan-Mojokerto terhambat akibat air sungai yang meluap hingga ke badan jalan. Banjir setinggi 50 sentimeter hingga satu meter itu menutup jalan raya di perbatasan Desa Ngetrep dan Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin sore, 3 Februari 2014.

http://statik.tempo.co/data/2013/09/04/id_216552/216552_620.jpg
Ilustrasi banjir
Hingga petang ini jalan masih terendam. Kendaraan roda dua dan roda empat jenis mobil maupun truk kecil dan sedang memilih berputar balik mengambil jalan alternatif. Sebagian truk ukuran besar masih bisa melewati jalan tersebut. "Lebih baik putar balik ambil jalan memutar daripada macet," kata salah satu sopir truk yang menuju Surabaya, Imam.

Kendaraan tujuan Mojokerto, Pasuruan, maupun Surabaya terpaksa memutar melalui Desa Lolawang dan Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. "Jalan terendam sepinggang, daripada macet lebih baik putar balik," ujar pemuda desa memperingatkan salah satu pengendara sepeda motor yang akan lewat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Tanto Suhariyadi sedang meninjau banjir yang menghambat arus lalu lintas Surabaya-Mojokerto maupun Pasuruan-Mojokerto tersebut. "Ya, kami sedang menuju lokasi, banyak kendaraan yang putar balik karena jalan masih terendam banjir," ujarnya.

Tanto mengatakan jalan setempat kerapkali dilanda banjir jika curah hujan tinggi. "Jalannya memang cekung," katanya. Selain itu, Mojokerto dan sekitarnya sore ini hujan deras. Selain kondisi jalan, banjir juga disebabkan air sungai yang meluap akibat debit air yang naik kiriman dari hulu Gunung Penanggungan.