Senin, 03 Februari 2014

SULIADI, WARGA DESA KEMLAGI YANG MENDUNIA

Posting by : Admin, 13 Januari 2014

Beberapa produk Suliadi
          Suliadi, demikian nama seorang pria 30-an tahun asal Kemlagi Barat RT.003 RW.002 Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Kab.Mojokerto yang biasa dikenal sebagai produsen kerajinan tangan. Berawal dari inisiatif untuk mengembangkan kreativitas dan menafkahi keluarganya, ia membuat kerajinan tangan dan menawarkannya pada beberapa pasar yang ada di sekitar Mojokerto hingga Surabaya. Dari usaha yang tadinya hanya dilakukan sendiri, kemudian dibantu istri, sehingga sekarang dibantu oleh 4 orang tenaga kerja. Dari yang hanya produksi model lalu menawarkan, kini mulai kebanjiran order dan undangan mengisi kegiatan pelatihan.

Model pakai produk Suliadi
        Suliadi dibantu beberapa rekannya yang bekerja di dinas perindustrian setempat merumuskan model pengembangan usaha kerajinan tangan tersebut, mulai dari manajemen, permodalan, hingga pemasaran. Dalam hal manajemen, Suliadi kini tidak perlu lagi harus selalu membuat model dalam menawarkan produknya, kini ia cukup menunjukkan hasil pengarsipan dokumentasi produk yang pernah dihasilkan (semacam katalog) kepada calon pelanggan. Di sisi lain, untuk permodalan Suliadi menyatakan sejauh ini tidak menjadi masalah yang utama karena seringkali calon konsumen memberikan uang muka atas pesanan produknya. Sedangkan untuk pemasaran, dibantu melalui pemasaran on-line dan banyaknya koneksi baik dari instansi dinas maupun program pelatihan Suliadi kini harus sedikit selektif dalam membuat kesepakatan jaul-beli agar nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Suliadi berikan materi pelatihan
       Shofi Craft, demikian nama usaha yang coba diusung bapak 1 orang anak ini sekaligus menjadikan nama tersebut sebagai merek dagangnya, kendati masih dalam proses pengajuan. Banyak pihak yang menyorot usaha Suliadi ini kendati usahanya baru berjalan sekitar 4 tahun tapi sudah cukup berkembang baik dari segi kreativitas dan pangsa pasar yang berhasil dimasuki. Tak heran, sebagian pelanggan berasal dari luar Jawa Timur bahkan ada calon pelanggan yang berasal dari Malaysia yang kini tengah mengatur kesepakatan jual-beli. Beberapa pihak tersebut diantaranya adalah dari dinas perindustrian setempat dan pembina PKK yang seringkali meminta bantuan Suliadi sebagai pemateri dalam pengambangan industri kreatif di wilayah Kabupaten Mojokerto. Selain itu terdapat pula para akedemisi dari perguruan tinggi, seperti Universitas Airlangga (UNAIR) – Surabaya.
Kunjungan mahasiswa
        
       Dalam kunjungannya ke lokasi kerja Shofi Craft 13 Desember 2011, sekitar 50 orang mahasiswa UNAIR Surabaya ingin belajar dari pengalaman Suliadi dalam menjalankan usahanya selama ini. Selain mampu bertahan, bagaimana agar usaha kerajinan tangan ini mampu berkembang. Dari bahan baku yang berasal di rawa-rawa kampung berupa batang enceng gondok, diolah sedemikian rupa menjadi tas, sandal, kotak tisu, topi, kursi, wadah hantaran, dan sebagainya. Dalam era serba praktis, tentunya lebih mudah mendapatkan peralatan/perabot yang berasal dari bahan sintetis atau plastik serta lebih murah daripada menggunakan bahan alami seperti enceng gondok, pandan, atau anyaman bambu. Tapi Suliadi berusaha menularkan optimisme keberhasilannya kepada para mahasiswa yang menyimak materi cara pembuatan kerajinan tangan yang ia sampaikan.
Cenderamata dari Mahasiswa
        
          Ditemui di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan disela-sela kunjungan terhadap rekannya yang bekerja di kantor tersebut, Suliadi menyampaikan bahwa sebenarnya mudah untuk menemukan ide pembuatan kerajinan tangan dari berbagai sumber inspirasi seperti internet, alam, hingga perilaku masyarakat di sekitar kita. “Adapun masalah utama adalah…” tambah Suliadi, “bahwa dari sekian banyak saya mengisi pelatihan pembentukan wirausaha kerajinan tangan kendala mereka untuk berhasil adalah kemampuan untuk survive, kebanyakan masyarakat kita menginginkan yang serba instant, apa yang ia pelajari hari ini ingin secepatnya menjadi uang, sedangkan soal untung dalam berwirausaha itu cenderung merupakan hasil panen dari rintisan awal kita dalam mengembangkan usaha”. Dengan demikian, bekal awal bagi kita yang ingin mendirikan wirausaha, baik itu kerajinan tangan maupun produk lainnya adalah keuletan dan kesabaran dalam mengembangkan usaha. (ren)